Popular Posts

Monday, September 7, 2015

Jika Suatu Saat Nanti Kau Menjadi Ibu

Jika suatu saat nanti kau menjadi Ibu...
jadilah seperti Nuwair binti Malik (Radhiyallahu 'Anha) yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya
.....saat itu sang anak masih remaja, usianya baru 13 tahun, Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang Badar, Rasulullah SAW tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada Ibunya dengan hati sedih.
.....Namun sang Ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah SAW dengan potensinya yang lain. Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah SAW karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis menghafal Al Quran
.....Beberapa tahun berikutya, ia terkenal sebagai sekretaris pencatat wahyu karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini dialah ZAID bin TSABIT (Radhiyallahu 'Anhu)
 
Jika suatu saat nanti kau menjadi Ibu...
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah (Rahimallah) yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk sholat Shubuh berjamaah. 
.....Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi jajaran Ulama Hadits dan Imam Madzhab, Ia tidak lain adalah IMAM AHMAD bin HANBAL (Rahimahullah)

Jika suatu saat nanti kau menjadi Ibu...
jadilah Ibu yang terus mendoakan anaknya, seperti Ummu Habibah (Rahimallah) 
.....Sejak anaknya kecil, Ibu ini terus mendoakan anaknya. Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya
"Ya Alloh, Tuhan yang Menguasai Seluruh Alam, Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh menuju keridhaanMu.. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan RasulMu.. Oleh karena itu, aku bermohon kepadaMu ya Alloh, permudahlah urusannya, peliharalah keselamatannya panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh ilmu berguna... Amin"
.....Doa-doa itu jelas tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu tumbuh menjadi ulama besar Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya: IMAM SYAFI'I (Rahimahullah)

Jika suatu saat nanti kau menjadi Ibu...
jadilah Ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita, seperti Ibunya 'Abdurrahman 
.....Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi Imam Masjidil Haram dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu "Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram" sang Ibu tak bosan-bosan mengingatkan.. Hingga akhirnya 'Abdurrahman benar-benar menjadi Imam Masjidil Haram dan termasuk deretan Ulama berkelas dunia yang disegani..
.....Kita pasti sering mendengar Murattal-nya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi Ulama, anak itu terkenal dengan nama: 'ABDURRAHMAN AS-SUDAIS (Hafidzahullahu ta'ala)

Jika suatu saat nanti kau menjadi Ibu...
jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses
.....Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu, seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan "Kamar DR. Zewail" di pintu kamar anaknya. Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri. Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail. seorang doktor. bukan hanya Doktor, bahkan Doktor termuka di dunia dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999, Dr. AHMAD ZEWAIL (Hafidzahullahu ta'ala)

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa min-dzuriyyatinaa qurrata a'yun waj-'alnaa lil-muttaqiinaa Imaamaa..

Amiin Allahumma Aamiin.. 



source: Grup Kajian Jumat kantor (: 

 


No comments:

Post a Comment